Definisi Renang

November 7, 2010

Olahraga renang merupakan olahraga yang sangat menyenangkan dan cocok untuk siapa saja tanpa memandang semua umur.#Pengertian Renang#Mengenai definisi renang menurut Abdoelah Arma (1981: 270) di dalam bukunya yang berjudul Olahraga untuk Perguruan Tinggi mengemukakan bahwa: “Renang adalah suatu jenis olahraga yang dilakukan di air, baik di air tawar maupuan di air asin atau laut.” Kemudian mengenai pengertian renang yang tampaknya masih berhubungan, yang dituangkan dalam Modul Teori Renang I, Badruzaman (2007: 13) mengemukakan bahwa: “Pengertian renang secara umum adalah the floatation of an object in a liquid due to its buoyancy or lift.” Yang artinya adalah pengertian renang secara umum adalah upaya mengapungkan atau mengangkat tubuh ke atas permukaan air.
Lebih spesifiknya Badruzaman (2007: 13) mengemukakan bahwa: “Swimming is the method by which humans (or other animals) move themselves through water.” Artinya suatu cara dilakukan orang atau binatang untuk menggerakan tubuhnya di air. Badruzaman menyimpulkan tentang definisi renang adalah suatu aktivitas manusia atau binatang yang dilakukan di air, baik di kolam renang, sungai, danau, maupun lautan, dengan berupaya untuk mengangkat tubuhnya untuk mengapung agar dapat bernafas dan bergerak baik maju maupun mundur.
Maka apabila saya simpulkan berdasarkan pengertian di atas dan pengalaman saya yang tiap hari melatih renang, definisi renang adalah suatu olahraga di air yang dilakukan manusia dari mulai usia 2 minggu setelah lahir sampai usia dengan cara menggerakan anggota badannya untuk membuat berputar, maju, atau membuat mundur tubuhnya bahkan membuat tubuh tetap diam pada saat melakukan gerakan atau tidak supaya tubuh mengapung, mengambang, dan menyelam untuk tujuan kesehatan, terapi, rerekreasi, pendidikan, menjadi dasar olahraga air lainnya, atau untuk memperoleh prestasi dengan cara latihan yang terprogram, terencana, progresif, dan terlatih.

Pembagian Olahraga

November 7, 2010

Dalam bukunya yang berjudul manusia dan olahraga menurut Lutan et. al dan Giriwijoyo et. al (1992: 57; 2005: 10), mengemukakan bahwa: “Berdasarkan jumlah pesertanya, olahraga dapat dibagi menjadi: 1) Olahraga perorangan terdiri dari 1-4 orang (senam-tenis/bulutangkis); 2) Olahraga Kelompok terdiri dari 6-22 orang (sepak takraw-sepakbola); 3) Olahraga massal >22 orang.”
Menurut Gandelsman dan Smirnov (1970) yang dikutif oleh Imanudian (2008: 23), membagi semua cabang olahraga ke dalam tujuh kelompok, yaitu:
Olahraga yang menekankan pada kesempurnaan koordinasi dan bentuk keterampilan, contohnya senam. Olahraga yang menekankan pada pencapaian kecepatan maksimal dalam keterampilan siklik, contohnya lari. Olahraga yang menekankan kesempurnaan kekuatan dan kecepatan dari suatu keterampilan, contohnya angkat besi, lompat, dan lempar. Olahraga yang menekankan pada kesempurnaan keterampilan yang ditampilkan dalam menghadapi lawan, contohnya tinju, gulat, dan anggar. Olahraga yang menekankan pada alat perantara, contohnya berkuda, motot, dan mobil. Olahraga yang menekankan pada kesempurnaan gerakan dari system syaraf pusat saat berada di bawah tekanan dan kondisi fisik yang menurun, contohnya menmbak dan catur. Olahraga kombinsi, contohnya sapta lomba dan dasa lomba.

Tujuan Olahraga

November 7, 2010

Tujuan Olahraga# Beberapa literatur tentang tujuan yang hendak dicapai menurut Lutan et. al dan Giriwijoyo et. al dalam Bukunya Manusia dan Olahraga (Lutan, 1992: 57; Giriwijoyo, 2005: 10), Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, maka olahraga dibagi menjadi:1) Olahraga prestasi yang penekanannya pada pencapaian prestasi; 2) Olahraga rekreasi-tekanannya pada rekreasi; 3) Olahraga kesehatan-tekananya pada pencapaian kesehatan; dan 4) Olahraga pendidikan-tekananya pada pencapaian tujuan pendidikan. Selain tujuannya untuk rekreasi, kesehatan, pendidikan, dan prestasi, dewasa ini tujuan olahraga sudah mulai berkembang. Kini seseorang yang berolahaga yang bertujuan untuk terapi, seperti dengan tujuan memperbaiki pernafasan (untuk penyembuhan penyakit asma), memperbaiki system syaraf tulang belakang (gangguan medulla spinalis), cedera otak (autis, keterbelakangan mental, defisiensi mental, palsi serebral, epilepsy, atetosis, gangguan pemusatan perhatian, kelembatan perkembangan, dan sindroma down), serta ada yang bertujuan untuk terapi tulang akibat dari cidera. Prinsif penangan untuk terapi olahraga adalah setiap gerakan merupakan peristiwa sensori-motor yang terkait dengan pemahaman bahwa rangsang yang diterima melalui kelima indera kita dari dunia sekitar kita, kita memperoleh informasi dan pembelajaran baru. Gerakan akan mengintegrasikan masuknya informasi baru dan pengalaman ke dalam jaringan syaraf kita. Setiap kepala atau tubuh kita yang digerakan dengna koordinasi yang baik, akan merangsang otak kita aktif sepenuhnya dan terintegasi, sehingga pintu untuk belajar akan terbuka secara alami.

Sekretariat: Ujung Berung. Taman Sari Bukit Bandung Block IA/No 27

November 7, 2010

Olahraga Ketika seseorang melakukan olahraga, akan terlintas makna adanya sesuatu yang berhubungan dengan proses menggerakan atau mengolah tubuh atau jasmani untuk memperoleh tujuan dalam melakukannya. Seseorang ada yang melakukannya untuk memperoleh tujuan kesenangan saja, misalnya sebuah keluarga pergi berekreasi ke kolam renang untuk berenang bersama dengan maksud memperoleh kesenangan, ajang silaturahmi, dan tanpa memperhatikan teknik dasar yang benar dan kecepatannya. Di sisi lain, seseorang melakukannya ada yang bertujuan untuk kesehatan, misalnya seseorang melakukan olahraga renang dengan frekuensi tiga kali seminggu, menggunakan intensitas ringan-sedang, dan selama 30-60 menit secara rutin dan teratur. Ada juga yang melakukan renang untuk memenuhi pelaksanaan kurikulum di sekolahnya yang akan dinilai oleh gurunya. Serta ada juga yang melakukan olahraga sesuai cabangnya dengan tujuan untuk memperoleh prestasi, dialah yang disebut atlit. Pengertian Olahraga Mengenai definisi olahraga di buku yang berjudul Manusia dan Olahraga, Giriwijoyo et. al dan Lutan et. al (2005: 10; 1992: 57) mengemukakan bahwa: “Olahraga ialah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu”. Sebaiknya dalam pelaksanaan olahraga dilakukan secara sistematis, berulang-ulang, dengan kian hari makin menambah jumlah beban latihannya. Menurut Harsono (1988: 101) menjelaskan bahwa: Yang dimaksud sistematis adalah berencana, menurut jadwal, menurut pola dan system tertentu, metodis dari mudah ke sukar, latihan yang teratur, dari sederhana ke yang lebih kompleks. Berulang-ulang maksudnya ialah agar gerakan-gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah, ototmatis, dan reflektif pelaksanaannya sehingga menjadi semakin hemat energi. Kian hari maksudnya setiap kali, secara periodik, segera setelah tiba saatnya untuk ditambah bebannya.

Perekrutan pelatih baru BIS

Januari 13, 2010

kepada yang berminat.

Hello world!

Januari 13, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!